Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Simfoni Jemari yang bertaut

Puan dan tuan berjalan dengan nafas yang tak pernah berhenti,  Di bawah langit biru sang tuan dan puan memanggul berat beban yang sama,  berdiri bersama bukan sebagai orang asing yang terpisah. Kau membawa kayu, aku membawa paku,  Dia membawa rencana yang tertulis di atas debu yang berhambur,  aku membawa sebuah harapan yang penuh keyakinan. Tak ada tangan yang terlalu kecil untuk membantu,  tapi rasa peduli menyertai di lubuk terdalam ini,  Tidak ada bahu yang terlalu besar untuk menumpu. Ketika lelah mulai merambat di sela-sela sendi,  Suaramu menjadi api yang menghangatkan sepi. Kita adalah rangkaian roda gigi yang saling mengunci, Bergerak selaras dalam alunan irama yang pasti. Sebab sebuah istana tak akan pernah berdiri megah,  Jika hanya satu orang yang mengeluarkan keringat hingga lelah.