Langsung ke konten utama

Jejak yang Saling Menguatkan

Di lorong waktu yang berjalan perlahan,

kita menapakkan langkah di jalan yang sama,

membawa mimpi dengan cara yang berbeda,

namun menuju arah yang serupa.


Ada yang datang membawa cahaya,

ada yang hadir menjaga bara agar tak padam,

dan ada pula yang diam-diam menguatkan

saat ini dunia terasa terlalu bising untuk didengar.


Tanganku mungkin tak berani baja,

tapi aku belajar berharap harapan.

Sedangkan tanganmu,

menjadi penopang ketika langkah mulai goyah.


Kita tidak selalu berjalan di depan,

kadang harus berada di belakang

untuk memastikan tidak ada yang tertinggal.


Sebab kebersamaan bukan tentang

siapa yang paling bersinar,

melainkan tentang siapa yang tetap tinggal

meskipun keadaan mulai memudar.


Dan ketika malam jatuh tanpa aba-aba,

kita belajar bahwa hangat

tidak selalu datang dari matahari,

tetapi dari hati-hati yang saling memahami.


Karena perjalanan yang panjang

tak pernah ditaklukkan sendirian.

Ia hidup dari doa yang saling dipanjatkan,

dari bahu yang rela menguatkan,

dan dari langkah kecil

yang terus berjalan berdampingan.

Komentar