Langsung ke konten utama

Jejak yang Saling Menguatkan

Di lorong waktu yang berjalan perlahan,

kita menapakkan langkah di jalan yang sama,

membawa mimpi dengan cara yang berbeda,

namun menuju arah yang serupa.


Ada yang datang membawa cahaya,

ada yang hadir menjaga bara agar tak padam,

dan ada pula yang diam-diam menguatkan

saat ini dunia terasa terlalu bising untuk didengar.


Tanganku mungkin tak berani baja,

tapi aku belajar berharap harapan.

Sedangkan tanganmu,

menjadi penopang ketika langkah mulai goyah.


Kita tidak selalu berjalan di depan,

kadang harus berada di belakang

untuk memastikan tidak ada yang tertinggal.


Sebab kebersamaan bukan tentang

siapa yang paling bersinar,

melainkan tentang siapa yang tetap tinggal

meskipun keadaan mulai memudar.


Dan ketika malam jatuh tanpa aba-aba,

kita belajar bahwa hangat

tidak selalu datang dari matahari,

tetapi dari hati-hati yang saling memahami.


Karena perjalanan yang panjang

tak pernah ditaklukkan sendirian.

Ia hidup dari doa yang saling dipanjatkan,

dari bahu yang rela menguatkan,

dan dari langkah kecil

yang terus berjalan berdampingan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG BURUK DI MATAMU, BELUM TENTU BURUK SEPENUHNYA

(Resensi buku oleh Anandhika Lukman Firmani) Identitas Buku 1. Judul Buku : Sisi Tergelap Surga 2. Penulis: Brian Khrisna 3. Penerbit : Gramedia Pustaka Utama 4. Tahun Terbit : 2023 5. Ketebalan: 304 halaman 6. ISBN: 978-602-06-7438.4 Pendahuluan Selain karya Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati (2025), Brian Khrisna pernah menciptakan beberapa novel sebelumnya, salah satunya adalah Sisi Tergelap Surga. Buku ini merupan buku yang ke-7 (2023) dia ciptakan setelah novel Perumpamaan (2021). Novel ini diangkat dari kenyataan Brian dua puluh lima tahun di Jakarta. Ia ingin menampilkan kontras atau paradoks kota Jakarta yang sering dianggap sebagai kota “surga penuh harapan,” namun kenyataannya justru melumat halus-halus mimpi para masyarakat kelas bawah. Di sisi lain, alasan utama Brian menulis novel ini adalah untuk menumbuhkan rasa empati pembaca terhadap kaum marginal (orang yang terpinggirkan karena keterbatasan) dan mengajarkan kita untuk tidak mudah menghakimi jalan hidup orang lain. Sinopsi...

Kejujuran Lebih Berharga dari Seribu keping Emas

Di kelas yang ramai ada seseorang anak yang bernama Anam. Ia dikenal sebagai anak yang sangat teliti dalam urusan administrasi,tapi ia baru menjadi anggota dan belum banyak mendapat peran besar di dalam sebuah organisasi tersebut. Suatu hari, Anam ditugaskan oleh bendahara untuk menghitung uang kas organisasi dari hasil penjualan kecil, uang itu berjumlah lumayan banyak dan diletakan dalam amplop di atas meja. Saat menghitung, Anam menemukan satu lembar uang seratus ribuan yang terselip di bawah tumpukan kertas, yang yang tidak tercatat dalam pembukuan bendahara. "Wah ini rezeki nomplok",pikir Anam. Ia bisa dengan mudah menyimpan nya tanpa ada yang tahu,karena bendahara tidak mencatat uang lebih itu.  Namun, Anam teringat akan janji yang selalu mengajarkan tentang integritas. Ia menarik napas panjang, masukan uang yang terselip itu kembali ke dalam amplop itu sambil berkata "kak ini total uang kas yang tadi saya hitung. Tapi, saya menghitung. Tapi, saya menemukan satu le...

Jejak Langkah yang Tak Padam

 Di bawah langit senja yang perlahan redup, langkah demi langkah tetap berpijak tanpa takut runtuh. Bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, melainkan siapa yang tetap bertahan meski lelah menghampiri. Kau membawa semangat, aku membawa keyakinan, dia membawa doa yang diam-diam menguatkan perjalanan. Kita bukan sekadar kumpulan nama dalam cerita, tetapi tangan-tangan kecil yang saling menjaga cita. Kadang jalan dipenuhi batu dan debu yang berjatuhan, namun harapan tak pernah benar-benar kehilangan tujuan. Karena setiap peluh yang jatuh hari ini, akan menjadi saksi perjuangan di masa nanti. Tak perlu menjadi cahaya paling terang untuk berarti, cukup tetap menyala di tengah gelap yang silih berganti. Sebab dunia tak hanya dibangun oleh mereka yang hebat, tetapi juga oleh hati yang tulus dan tekad yang kuat.