Langsung ke konten utama

SEPUTAR ORGANISASI

Dalam ladang mimpi, tumbuh suatu ikatan,

Organisasi, tempat di mana visi bersemi.

Berkumpul bersama, seperti bintang-bintang,

Membentuk garis-garis dalam kanvas perjalanan.

 

Puisi organisasi, tercipta dari setiap langkah,

Jejak yang terukir, tanda cinta dan pengabdian.

Dalam kesatuan, sebuah harmoni muncul,

Organisasi, orkestra yang memainkan lagu kebersamaan.

 

Di sini, perbedaan menjadi kekayaan,

Warna-warna yang melukis dalam palet keberagaman.

Setiap anggota adalah pahlawan dalam cerita,

Organisasi, panggung untuk melibatkan semua.

 

Dalam rapat dan diskusi, ide bersinar terang,

Cahaya kreativitas yang menerangi jalan ke depan.

Organisasi, taman tempat tumbuhnya pemimpin,

Bunga-bunga yang bermekaran, membawa harapan.

 

Jembatan antara masa lalu dan masa depan,

Organisasi, penghubung antar-generasi.

Di lorong waktu, terdengar sorakan dan riuh,

Jejak organisasi, sejarah yang diceritakan dalam gemuruh.

 

Setiap perjuangan adalah investasi untuk masa depan,

Organisasi, pabrik harapan dan cita-cita.

Dalam setiap proyek, ada semangat kolaborasi,

Tangan-tangan yang bergandengan, membangun bersama.

 

Organisasi, pelukmu seperti pelabuhan,

Tempat berlabuh, saat badai menerjang.

Dalam rapuhnya waktu, organisasi mengukir legenda,

Nama yang abadi, merajut cerita yang tak terlupakan.

 

Bersama-sama, kita menjadi bagian dari sejarah,

Organisasi, kau adalah puisi yang terus berkembang.

Jangan padamkan semangat, oh organisasi,

Dalam pergantian waktu, kau adalah nyanyian kebersamaan.

 

Dalam kehidupan ini, organisasi bagai peluit,

Menandakan kebersamaan, melaju sebagai satu entitas.

Di hati setiap anggota, terukir rasa syukur,

Organisasi, wahana bagi cita-cita yang tak terhingga.

 

Dalam langkah maju, dalam langit organisasi,

Ada bintang-bintang yang bersinar, membawa harapan.

Bersama, berjuang, dan merayakan kebersamaan,

Organisasi, kau adalah puisi, lagu, dan seni kehidupan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG BURUK DI MATAMU, BELUM TENTU BURUK SEPENUHNYA

(Resensi buku oleh Anandhika Lukman Firmani) Identitas Buku 1. Judul Buku : Sisi Tergelap Surga 2. Penulis: Brian Khrisna 3. Penerbit : Gramedia Pustaka Utama 4. Tahun Terbit : 2023 5. Ketebalan: 304 halaman 6. ISBN: 978-602-06-7438.4 Pendahuluan Selain karya Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati (2025), Brian Khrisna pernah menciptakan beberapa novel sebelumnya, salah satunya adalah Sisi Tergelap Surga. Buku ini merupan buku yang ke-7 (2023) dia ciptakan setelah novel Perumpamaan (2021). Novel ini diangkat dari kenyataan Brian dua puluh lima tahun di Jakarta. Ia ingin menampilkan kontras atau paradoks kota Jakarta yang sering dianggap sebagai kota “surga penuh harapan,” namun kenyataannya justru melumat halus-halus mimpi para masyarakat kelas bawah. Di sisi lain, alasan utama Brian menulis novel ini adalah untuk menumbuhkan rasa empati pembaca terhadap kaum marginal (orang yang terpinggirkan karena keterbatasan) dan mengajarkan kita untuk tidak mudah menghakimi jalan hidup orang lain. Sinopsi...

Kejujuran Lebih Berharga dari Seribu keping Emas

Di kelas yang ramai ada seseorang anak yang bernama Anam. Ia dikenal sebagai anak yang sangat teliti dalam urusan administrasi,tapi ia baru menjadi anggota dan belum banyak mendapat peran besar di dalam sebuah organisasi tersebut. Suatu hari, Anam ditugaskan oleh bendahara untuk menghitung uang kas organisasi dari hasil penjualan kecil, uang itu berjumlah lumayan banyak dan diletakan dalam amplop di atas meja. Saat menghitung, Anam menemukan satu lembar uang seratus ribuan yang terselip di bawah tumpukan kertas, yang yang tidak tercatat dalam pembukuan bendahara. "Wah ini rezeki nomplok",pikir Anam. Ia bisa dengan mudah menyimpan nya tanpa ada yang tahu,karena bendahara tidak mencatat uang lebih itu.  Namun, Anam teringat akan janji yang selalu mengajarkan tentang integritas. Ia menarik napas panjang, masukan uang yang terselip itu kembali ke dalam amplop itu sambil berkata "kak ini total uang kas yang tadi saya hitung. Tapi, saya menghitung. Tapi, saya menemukan satu le...

Jejak Langkah yang Tak Padam

 Di bawah langit senja yang perlahan redup, langkah demi langkah tetap berpijak tanpa takut runtuh. Bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, melainkan siapa yang tetap bertahan meski lelah menghampiri. Kau membawa semangat, aku membawa keyakinan, dia membawa doa yang diam-diam menguatkan perjalanan. Kita bukan sekadar kumpulan nama dalam cerita, tetapi tangan-tangan kecil yang saling menjaga cita. Kadang jalan dipenuhi batu dan debu yang berjatuhan, namun harapan tak pernah benar-benar kehilangan tujuan. Karena setiap peluh yang jatuh hari ini, akan menjadi saksi perjuangan di masa nanti. Tak perlu menjadi cahaya paling terang untuk berarti, cukup tetap menyala di tengah gelap yang silih berganti. Sebab dunia tak hanya dibangun oleh mereka yang hebat, tetapi juga oleh hati yang tulus dan tekad yang kuat.