Langsung ke konten utama

Merelakan Lebih Baik

 Langkah kaki terasa mulai memberat

Saat semua dirasa telah selesai dilakukan

Rasa takut untuk mengikhlaskan sangat sulit dihilangkan

Beban mulai tergugurkan perlahan

 

Hitungan hari semua akan segera usai

Rumah yang selalu menerima harus ditinggalkan

Tidak untuk melupakan tapi untuk melanjutkan

Gerakan bukan hanya sekedar dirumah

Ikatan perlu adanya lanjutan

Mengembangkan sayap yg semakin lebar

 

Adiku

Lepas semua tanggung jawab ini dari kami

Kami titipkan rumah ikatan pada kalian

Harap dijaga dan dirawat dengan penuh hangat

Suka duka mohon jadikan pelajaran

Jangan jadi alasan tak melanjutkan

Sayangi ikatanmu rumahmu dan keluargamu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG BURUK DI MATAMU, BELUM TENTU BURUK SEPENUHNYA

(Resensi buku oleh Anandhika Lukman Firmani) Identitas Buku 1. Judul Buku : Sisi Tergelap Surga 2. Penulis: Brian Khrisna 3. Penerbit : Gramedia Pustaka Utama 4. Tahun Terbit : 2023 5. Ketebalan: 304 halaman 6. ISBN: 978-602-06-7438.4 Pendahuluan Selain karya Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati (2025), Brian Khrisna pernah menciptakan beberapa novel sebelumnya, salah satunya adalah Sisi Tergelap Surga. Buku ini merupan buku yang ke-7 (2023) dia ciptakan setelah novel Perumpamaan (2021). Novel ini diangkat dari kenyataan Brian dua puluh lima tahun di Jakarta. Ia ingin menampilkan kontras atau paradoks kota Jakarta yang sering dianggap sebagai kota “surga penuh harapan,” namun kenyataannya justru melumat halus-halus mimpi para masyarakat kelas bawah. Di sisi lain, alasan utama Brian menulis novel ini adalah untuk menumbuhkan rasa empati pembaca terhadap kaum marginal (orang yang terpinggirkan karena keterbatasan) dan mengajarkan kita untuk tidak mudah menghakimi jalan hidup orang lain. Sinopsi...

Jejak Langkah yang Tak Padam

 Di bawah langit senja yang perlahan redup, langkah demi langkah tetap berpijak tanpa takut runtuh. Bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, melainkan siapa yang tetap bertahan meski lelah menghampiri. Kau membawa semangat, aku membawa keyakinan, dia membawa doa yang diam-diam menguatkan perjalanan. Kita bukan sekadar kumpulan nama dalam cerita, tetapi tangan-tangan kecil yang saling menjaga cita. Kadang jalan dipenuhi batu dan debu yang berjatuhan, namun harapan tak pernah benar-benar kehilangan tujuan. Karena setiap peluh yang jatuh hari ini, akan menjadi saksi perjuangan di masa nanti. Tak perlu menjadi cahaya paling terang untuk berarti, cukup tetap menyala di tengah gelap yang silih berganti. Sebab dunia tak hanya dibangun oleh mereka yang hebat, tetapi juga oleh hati yang tulus dan tekad yang kuat.

Kesejahteraan Guru : Kunci Mutu dan Keadilan Pendidikan

 Meskipun guru adalah fondasi utama pendidikan, masih banyak guru non-ASN menghadapi ketidakpastian status dan pendapatan rendah. Pemerintah telah menaikkan tunjangan dan mempercepat pengangkatan honorer menjadi PPPK, tetapi distribusi guru belum merata dan gaji tambahan honorer masih sangat minim. Berdasarkan data resmi Kemdikbudristek, Indonesia memiliki lebih dari 3 juta guru, namun distribusinya tidak merata; pada Desember 2024, masih kekurangan sekitar 374.000 guru di beberapa daerah, sementara ratusan ribu guru kelebihan di bidang tertentu. Sekitar 237.000 guru non-ASN tercatat aktif mengajar sebelum Desember 2024. Untuk memberikan kepastian, Mendikdasmen menerbitkan SE No.7/2026 yang membolehkan pemerintah daerah tetap menugaskan guru non-ASN aktif dalam masa transisi. Kebijakan tersebut diharapkan menjaga keberlangsungan pembelajaran sekaligus “mengakui pengabdian guru honorer” selama ini. Pemerintah juga memperbaiki skema insentif guru. Pada 2025, tunjangan guru non-ASN di...