Langsung ke konten utama

Fokus pada perkembangan diri sendiri

Kita enggak perlu paham segala sesuatu untuk menjadi hebat. Karena, setiap manusia memiliki kekuatan, kapasitas, dan kelebihan masing-masing.


Fokuslah ke satu atau dua hal yang memang kita sukai. Hal-hal yang selama ini selalu kita pelajari.


Kita enggak perlu menjadi orang lain atau ikut-ikutan hanya karena hal itu lagi naik. Setiap orang punya masanya masing-masing.


Dan untuk meraih kebahagiaan dan kesuksesan, kita enggak perlu jadi orang lain. Kita perlu cuma fokus sama perkembangan diri sendiri.


Diri sendiri itu lebih penting. Buat apa capek-capek mikirin harus bisa kayak orang lain. Padahal diri kita sendiri juga keren. Diri kita sendiri hebat, bahkan bisa jadi lebih hebat dari orang lain kalau kita mau.


Potensi yang ada pada diri kita dipengaruhi oleh apa yang menjadi perhatian kita. Jadi, jangan sampai ada hal yang enggak bermanfaat masuk dan menghambat perkembangan kita.


"Pada akhirnya kita enggak diminta untuk lebih baik dari orang lain.kita enggak diminta untuk lebih baik dari siapapun.kita hanya diminta untuk lebih baik dari kita yang kemarin."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA YANG BURUK DI MATAMU, BELUM TENTU BURUK SEPENUHNYA

(Resensi buku oleh Anandhika Lukman Firmani) Identitas Buku 1. Judul Buku : Sisi Tergelap Surga 2. Penulis: Brian Khrisna 3. Penerbit : Gramedia Pustaka Utama 4. Tahun Terbit : 2023 5. Ketebalan: 304 halaman 6. ISBN: 978-602-06-7438.4 Pendahuluan Selain karya Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati (2025), Brian Khrisna pernah menciptakan beberapa novel sebelumnya, salah satunya adalah Sisi Tergelap Surga. Buku ini merupan buku yang ke-7 (2023) dia ciptakan setelah novel Perumpamaan (2021). Novel ini diangkat dari kenyataan Brian dua puluh lima tahun di Jakarta. Ia ingin menampilkan kontras atau paradoks kota Jakarta yang sering dianggap sebagai kota “surga penuh harapan,” namun kenyataannya justru melumat halus-halus mimpi para masyarakat kelas bawah. Di sisi lain, alasan utama Brian menulis novel ini adalah untuk menumbuhkan rasa empati pembaca terhadap kaum marginal (orang yang terpinggirkan karena keterbatasan) dan mengajarkan kita untuk tidak mudah menghakimi jalan hidup orang lain. Sinopsi...

Kejujuran Lebih Berharga dari Seribu keping Emas

Di kelas yang ramai ada seseorang anak yang bernama Anam. Ia dikenal sebagai anak yang sangat teliti dalam urusan administrasi,tapi ia baru menjadi anggota dan belum banyak mendapat peran besar di dalam sebuah organisasi tersebut. Suatu hari, Anam ditugaskan oleh bendahara untuk menghitung uang kas organisasi dari hasil penjualan kecil, uang itu berjumlah lumayan banyak dan diletakan dalam amplop di atas meja. Saat menghitung, Anam menemukan satu lembar uang seratus ribuan yang terselip di bawah tumpukan kertas, yang yang tidak tercatat dalam pembukuan bendahara. "Wah ini rezeki nomplok",pikir Anam. Ia bisa dengan mudah menyimpan nya tanpa ada yang tahu,karena bendahara tidak mencatat uang lebih itu.  Namun, Anam teringat akan janji yang selalu mengajarkan tentang integritas. Ia menarik napas panjang, masukan uang yang terselip itu kembali ke dalam amplop itu sambil berkata "kak ini total uang kas yang tadi saya hitung. Tapi, saya menghitung. Tapi, saya menemukan satu le...

Jejak Langkah yang Tak Padam

 Di bawah langit senja yang perlahan redup, langkah demi langkah tetap berpijak tanpa takut runtuh. Bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, melainkan siapa yang tetap bertahan meski lelah menghampiri. Kau membawa semangat, aku membawa keyakinan, dia membawa doa yang diam-diam menguatkan perjalanan. Kita bukan sekadar kumpulan nama dalam cerita, tetapi tangan-tangan kecil yang saling menjaga cita. Kadang jalan dipenuhi batu dan debu yang berjatuhan, namun harapan tak pernah benar-benar kehilangan tujuan. Karena setiap peluh yang jatuh hari ini, akan menjadi saksi perjuangan di masa nanti. Tak perlu menjadi cahaya paling terang untuk berarti, cukup tetap menyala di tengah gelap yang silih berganti. Sebab dunia tak hanya dibangun oleh mereka yang hebat, tetapi juga oleh hati yang tulus dan tekad yang kuat.